Upacara Bendera Hari Kebangkitan Nasional Pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara

Jakarta – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional tahun 2024, jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara melaksanakan upacara pengibaran bendera pada Senin pagi (20/05). Bertindak selalu perwira upacara adalah Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, Gde Oky Rizky Aryadhika dengan komandan upacara Kepala Subseksi Status Keimigrasian, Yulian Riko Wicaksana. Upacara yang mengambil tempat di pelataran depan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara ini dipimpin langsung Kepala Kantor Imigrasi, Qriz Pratama selaku inspektur upacara.

Pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini turut dilaksanakan pengibaran sang saka merah putih oleh petugas dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara. Dalam amanat Inspektur upacara, Qriz Pratama menyampaikan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika mengenai sejarah lahirnya Hari Kebangkitan Nasional serta tantangan bagi bangsa Indonesia kedepannya.

“Hari berdirinya Boedi Otomo merupakan simbol sejarah lahirnya Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini, Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal dan dari sana timbul pula pemikiran tentang pentingnya memperluas keanggotaan yang mencakup seluruh rakyat Hindia Belanda,” Tutur Qriz Pratama menyampaikan sambutan.

Untuk itulah dimasa saat ini, Indonesia berada difase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Pesatnya kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru.

“Dengan pencanangan percepatan transformasi digital nasional oleh Bapak Presiden Joko Widodo yang dipacu beberapa tahun terakhir ini, tantangan demi tantangan dapat kita hadapi bersama. Kerja bersama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti,” Sambung Qriz.

Kebangkitan kedua menjadi momen terpenting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan.

“Kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *