ASN Jabatan Fungsional Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara Hadiri Sosialisasi Konversi Penilaian Kinerja Kedalam Angka Kredit Jabatan Fungsional.

Jakarta – Sejumlah ASN Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara yang tergolong dalam Jabatan Fungsional Analis Keimigrasian dan Pemeriksa Keimigrasian mengikuti kegiatan Sosialisasi Konversi Penilaian Kinerja Kedalam Angka Kredit Jabatan Fungsional pada Kamis (01/02) melalui Zoom di ruang rapat lantai II. Kegiatan yang diprakarsai oleh Biro SDM Sekretariat Jenderal Kemenkumham RI bekerjasama Badan Kepegawaian Negara dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah ini diikuti pula oleh ASN Jabatan Fungsional di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM RI dari berbagai Satuan Kerja (Satker).

Kegiatan yang akan berlangsung selama 2 hari pada 1 dan 2 Februari 2024 ini dibuka oleh sambutan dari Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Hajrianor. “Jabatan Fungsional saat ini sedang ‘naik daun’, ditengah banyaknya slot jabatan struktural, pegawai banyak yang memilih menjadi pejabat Jabatan Fungsional.” Ucap Hajrianor membuka sambutannya. “Saat ini pola peningkatan pada Jabatan Fungsional menggunakan 2 pola penetapan angka kredit, diantaranya dengan pola lama atau Konvensional dan pola baru atau Konversi. Nantinya seluruh jabatan fungsional akan diarahkan untuk menggunakan metode perhitungan angka kredit dengan pola konversi”. Tutur Hajrianor.

Selepas memberikan sambutan dan pembukaan kegiatan, kegiatan pun dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari Direktorat Jabatan ASN, Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian Biro Kepegawaian Negara. Pemateri menyampaikan konversi penilaian angka kredit ini merupakan implementasi pelaksanaan peraturan BKN no 3 tahun 2023 dari yang sebelumnya menggunakan penilaian tiap tiap butir kegiatan yang dikumpulkan serta melampirkan bukti pelaksanaannya atau yang biasa disebut Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK), kini diganti dengan penilaian predikat kerja setiap tahun yang dikonversikan menjadi angka kredit.

Sebelumnya penyusunan DUPAK merupakan momok tersendiri bagi ASN Jabatan Fungsional dikarenakan banyaknya bukti dukung untuk setiap butir kegiatan yang diajukan, belum lagi tidak setiap pengajuan itu 100% akan diterima. Sehingga metode pengajuan angka kredit secara konversi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pengajuan angka kredit kepada ASN Jabatan Fungsional bagi Pimpinan, Tim Penilai serta tentu saja bagi ASN itu sendiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *