Webinar Kode Etik ASN, Bahas Perselingkuhan ASN dari Aturan Hingga Psikologis

Jakarta – Perwakilan pejabat struktural dan pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara menghadiri undangan Webinar Nilai Dasar Kode Etik dan Kode Perilaku pada hari Rabu, 30 Agustus 2023. Webinar ini diselenggarakan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dengan tema “Perselingkuhan ASN: Cinta Terlarang, Masalah Menghadang”.

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara, Prof. Dr. Agus Pramusinto, menyampaikan pengatar sebelum acara dimulai. “Persoalan perselingkuhan ASN merupakan sebuah racun (toxic) bagi ASN yang akan membawa sederet dampak buruk, diantaranya merusak integritas moral, kinerja, reputasi dan karir ASN, mengancam keutuhan rumah tangga ASN dengan pihak lain, dan turut merusak nama baik instansi di mata publik,” ujar Beliau.

Hadir selaku narasumber dalam webinar ini, Asisten KASN, Pangihutan Marpaung serta Psikiater RS Soerojo, dr. Santi Yuliani. Dalam paparan pertama, Pangihutan Marpaung menyampaikan bahwa KASN memang hampir setiap minggu menerima laporan dari masyarakat tentang masalah rumah tangga ASN. “Mengenai perkawinan ANS sudah diatur dalam PP No. 10 Tahun 1983 jo PP No. 45 Tahun 1990, namun ada beberapa perilaku ASN yang belum atau tidak sesuai dengan aturan ini. Inilah fenomena sekarang sehingga tingkat perceraian sangat tinggi sekali” ujarnya. Beliau menyampaikan dasar hukum dalam perkawinan dan perceraian ASN, hingga konsekuensi pelanggaran atas aturan tersebut.

dr. Santi Yuliani menyampaikan materi berjudul “Memahami Perselingkuhan dari Kinerja Neurokimiawi Otak”. Beliau menyampaikan materi mengenai perselingkuhan dari sudut pandang psikologis. Kemampuan untuk mengendalikan keinginan dan penyelesaian masalah merupakan hal yang penting untuk menghindari perselingkuhan. “Bukan selingkuh lalu introspeksi, melainkan introspeksi adalah hal utama, supaya tidak menjadikan lari dari masalah sebagai suatu solusi” tegasnya.

Kedua narasumber juga menyampaikan peran atasan sebagai pembina dari ASN yang juga penting dalam memberikan tindakan-tindakan untuk mencegah terjadinya perselingkuhan di lingkungan kantor. Jangan sampai orang-orang di sekitarnya turut berkontribusi sebagai kelanjutan dari keinginan yang ada menjadi sebuah ketertarikan dan keterikatan. “Menjadi ASN, yang merupakan role model di Indonesia, bukan hanya terkait mampu berprestasi saja tapi juga mampu melakukan kontrol diri sehingga tidak melakukan perbuatan yang akan merugikan orang lain maupun diri sendiri” tutup dr. Santi dalam webinar ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *