Imigrasi Jakarta Utara Tolak 45 Penerbitan Paspor Terduga Pekerja Migran Ilegal

Jakarta – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara telah menolak penerbitan Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (DPRI) terduga calon Pekerja Migran Ilegal. Selama bulan Januari-Juni 2023, sebanyak 45 (empat puluh lima) permohonan paspor oleh terduga Pekerja Migran Ilegal telah ditolak penerbitannya oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara.

Ada beberapa alasan mengapa permohonan paspor mereka ditolak. Dimana mayoritas Pekerja Migran Ilegal tidak dapat melengkapi dokumen yang diminta oleh petugas seperti Rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dokumen Penjamin, Rekomendasi Bekerja dari Kantor/Kontrak Kerja. Beberapa Pekerja Migran Ilegal juga memberikan keterangan tidak benar kepada petugas saat dilakukan wawancara. Pekerja Migran Ilegal yang ditolak penerbitan paspornya memiliki rentang usia antara 20 tahun hingga 66 tahun. Mereka juga berasal dari beragam daerah di Seluruh Indonesia, bukan hanya dari DKI Jakarta saja.

Tindakan penolakan penerbitan paspor ini semata-mata untuk memberikan perlindungan kepada WNI yang akan membuat paspor agar tidak menjadi korban perdagangan orang atau human trafficking. Petugas imigrasi berhak mengecek kebenaran persyaratan formil maupun materiil atas dokumen persyaratan pemohon paspor. Apabila dalam proses tersebut terindikasi bahwa pemohon merupakan Pekerja Migran Ilegal, Petugas berhak untuk menolak permohonan paspor yang bersangkutan.

Imigrasi memiliki peran untuk mencegah keberangkatan Pekerja Migran Ilegal mulai dari saat mereka melakukan proses permohonan paspor hingga menolak keberangkatannya saat berada di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Hal tersebut merupakan salah satu fungsi keimigrasian, yaitu Penegakan Hukum dan Pengawasannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *